Nov 24, 2010

Semoga Bloger Makin Rajin Menulis





JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran SITTI disambut baik situs web lokal dan blogger di Indonesia. SITTI merupakan platform iklan kontekstual yang menyajikan iklan sesuai isi topik artikel yang tampil di situs web tempat iklan tersebut dipasang. Hal ini karena SITTI menawarkan bagi hasil revenue yang diperoleh dari pengiklan kepada para penerbit web dan bloger.

"Mulai sekarang teman-teman bloger saat mem-publish konten atau me-review produk banyak yang tidak mendapatkan revenue yang diraih. Dengan adanya SITTI semoga teman-teman makin rajin lagi posting," kata Enda Nasution, yang dikenal sebagai Bapak Blogger Indonesia saat acara "Buka Pintu" di kantor baru SITTI, Jakarta, Rabu (24/11/2010).

Menurut Enda, dari data terakhir yang tercatat saat ini, ada sekitar 3,4 juta blog berbahasa Indonesia. Namun, menurutnya konten berbahasa Indonesia sendiri di internet masih sangat kurang. Kehadiran SITTI yang menjanjikan tambahan penghasilan dari iklan, ia berharap, menarik minat bloger untuk terus menulis dan pada akhirnya meningkatkan konten berbahasa Indonesia.

Sebelum ada SITTI, memang sudah ada Google AdSense dan AdWord yang juga menyediakan tawaran yang sama. SITTI pun meniru cara Google menarik keuntungan dari iklan kontekstual. Platform SITTI baru diperkenalkan selama enam bulan dan telah mengindeks 600 juta halaman web berbahasa Indonesia. Dalam uji coba selama sebulan terakhir, SITTI menyajikan 3300 iklan dari 529 merek berbeda.

Sumber langsung KOMPAS.COM

Nov 18, 2010

Menghitung Tren Pertumbuhan Harga Properti

Menghitung Tren Pertumbuhan Harga Properti


Ada beberapa cara untuk menghitung tren pertumbuhan harga properti di suatu daerah / kawasan. Sebaiknya menghitung pertumbuhan itu sebaiknya minimal 3 tahun optimal sd 5 tahun untuk meminimalkan "kerancuan"

1. Versi Pemerintah

Pemerintah, dalam hal ini Dirjen Pajak yang merupakan salah satu instansi dibawah Departemen KeuanganRepublik Indonesia, selalu memantau perkembangan harga properti dalam suatu kawasan tertentu dimana tugas itu dilaksanakan oleh KP3 ( Kantor Pelayanan Pajak Pratama ) untuk tingkat Kota atau Kabupaten di seluruh Indonesia.

KP3 selalu mengumpulkan data-data transaksi jual beli properti yang dikumpulkan dari :
1. notaris ( PPAT )
2. camat ( sebagai PPAT Sementara bila di suatu daerah belum ada notaris )
3. broker properti professional ( ERA, RayWhite, Century21 dll )
4. bank
5. pengamatan petugas pajak sendiri di lapangan untuk melakukan penyesuaian nilai apabila ada yang dianggap janggal.

tren pertumbuhan yang dilakukan oleh Dinas Pajak ini dapat kita lihat di PBB tahun berjalan, dimana bisa kita lakukan perbandingan dari tahun sekarang terhadap tahun-tahun sebelumnya dan akan ketemu tren kenaikan nilainya.

biasanya yang naik cuma NJOP bumi (tanah) saja dan nilai NJOP bangunan tetap ( padahal semestinya dari tahun ke tahun NJOP bangunan turun karena terkenai penyusutan karena depresiasi per tahun kan )

PLUS :
> datanya komplit di seluruh daerah di seluruh Indonesia
> nilainya akurat dan pasti, mudah memperkirakan harga sebenarnya
> NJOP biasanya dipakai untuk perhitungan pajak PPh dan BPHTB

MINUS :
> bias, tidak menunjukkan harga jual beli sebenarnya
> nilainya biasanya dibawah harga pasaran riil saat itu
> nilai bangunan tidak diperhitungkan depresiasinya


2. Versi Real Estate Developer

Real Estate Developer "raja kecil" dilingkungan kompleks yang dia miliki tersebut, sehingga berhak menentukan harga jual unit uni tpropertinya beserta kenaikan harganya.

untuk mengetahui tren kenaikan harga di suatu real estate khususnya di unit baru ( Primary Market ) bisa dilihat dengan cara membandingkan :
1. unit properti ( rumah, apartement, rusun, ruko, kios dll) dengaan tipe yang sama
2. di cluster yang sama
3. dengan tipe yang sama ( LT, LB, spesisfikasi, model )

dari situ akan ketemu tren kenaikan harganya, dimana biasanya real estate developer akan melakukan langkah langkah sebagai berikut :
1. perhitungan unit costing dulu per unit properti yang akan dijual
2. mengestimasikan berapa lama marketing bisa menjualnya
3. melakukan perhitungan Future Value dari Present Value unit costing-nya
4. memberikan progressive discount, semakin dini semakin besar diskonnya
5. secara bertahap menaikkan harga jual sesuai progres penjualan

PLUS :
> menunjukkan harga transaksi sebenarnya
> harga dinamis, cepat menyesuaikan harga pasar
> data riil didapat langsung di lapangan

MINUS :
> bisa menyebabkan "inflasi" di NJOP
> data sulit didapat bagi orang luar
> bias ( juga), biasanya sengaja dibuat tidak sama dengan harga transaksi sebenarnya yang berdasarkan NJOP


3. Versi Property Investor

property investor sejati cuma melihat dari satu sisi value aja
> "apakah properti yang akan dia beli tersebut dijual dibawah harga pasar dan bisa dijual lagi dengan harga premium untuk mendapatkan capital gain atau disewakan agar memperoleh positive cashflow in rutin"

PLUS :
> pasti untung

MINUS :
> tidak ada!




Sumber: http://www.beli-rumah.net